Menyulap Halaman Sekolah Daya Pelita Kasih dengan Hidroponik

SEKOLAH Daya Pelita Kasih (DPK) memanfaatkan halaman sekolah untuk budidaya tanaman dengan hidroponik. Program baru yang dibuat oleh Yayasan Daya Pelita Kasih diharapkan nantinya bisa bermanfaat serta berkembang bagi siswa-siswi sekolah DPK.

Menurut Paulus Suli, Head of Research & Development Center Yayasan DPK mengatakan hidroponik dipilih karena tidak menggunakan lahan yang begitu luas. Dengan hidroponik, lahan khusus tidak perlu sebenarnya. Karena kita hanya menggunakan pipa. Kita mau pelajaran yang ada di sini nantinya bisa berkembang.

Dikatakan, budidaya melalui hidroponik memilih sistem Nutrient Film Technique (NTF). Melalui sistem tersebut, dipastikan tidak memerlukan lahan yang luas, penggunaan air dan nutrisi menjadi hemat.

“Dia kembali lagi airnya, jadi tidak perlu penyiraman. Ini bisa dipanen setiap musim. Selain itu tanaman berpeluang bebas hama penyakit tanaman, karena bisa terkontrol,” ujarnya.

Dikatakan, tanaman hidroponik, misalnya saja, jika ada satu tanaman yang terkena hama atau penyakit, bisa langsung dibuang. Dibandingkan dengan budidaya konvensional dengan menanam di lahan yang luas, hidroponik diklaim memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Hasil produksi diklaim 80 hingga 90% lebih banyak.

Hasil kebun hidroponik ini, lanjutnya  untuk sementara bagi keperluan/kebutuhan internal juga kepada para orang tua murid. Tapi tidak memenutup kemungkinan ke depannya akan kita pasarkan ke luar, saya berharap demikian.

“Namun yang paling penting dengan dibangunnya kebun hidroponik sekolah ini oleh Yayasan DPK adalah agar siswa-siswi Sekolah Daya Pelita Kasih nantinya bisa mandiri kelak. Sekolah juga ingin memberikan serta menciptakan program-program yang inovatif yang bermanfaat kepada siswa-siswinya,” kata Paulus Suli. [redaksi]