Proyek Kolaborasi Seminar Teaching Piano to Special Needs for Music Teachers

YAYASAN Daya Pelita Kasih berkerja sama Yayasan Music Sastra Indonesia dan Ananda Sukarlan Center menggelar proyek kolaborasi Seminar Teaching Piano & Music to Special Needs Students for Piano and Music Teachers pada Senin (12 Juni 2017) pukul 10 hingga 13:30 di Multi Function Room Daya Pelita Kasih, Jalan Jatipadang Utara No. 8 A-B, Jakarta Selatan.

Dalam acara ini menampilkan pembicara Ananda Sukarlan, pianist & composer dan Angela Lopez Lara, guru piano khusus untuk anak berkebutuhan khusus.

Menurut Ananda Sukarlan, mengatakan adapun tujuan diadakan seminar ini adalah untuk pengenalkan dalam pedagogi dan didaktik bahasa pertunjukan dan musik piano untuk anak-anak dan orang dewasa yang menyandang autisme, down syndrome dan gangguan perkembangan atau penundaan lainnya.

“Dalam seminar ini juga dilihat dari persfektif: Aspek psikologis umum: memahami kondisi mental, fisik dan emosional siswa dan proses belajar mereka dn sumber daya didaktik untuk pengajaran yang efektif dan kreatif,” ujar Ananda.

Disini Ananda Sukarlan menceritakan kehidupannya, dia adalah pengidap syndrom asperger & tourette dan sindrom Asperger merupakan salah satu gejala autis atau gangguan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi sehingga sulit diterima oleh lingkungan. Sindrom ini dianggap sebagai sesuatu yang bersifat genetik dan lebih sering terjadi pada laki-laki.

“Hal yang terpenting saya adalah memaafkan sesama, dan saya bersikap cuek apabila saya di buliying oleh orang lain. Namun saya tidak terbawa keadaan. Kebulatan tekadnya untuk menjadi seorang pianis hebat sudah begitu menggebu sehingga mengalahkan semua aral dan rintangan. Semua ejekan dan hinaan disikapi bagai angin lalu,” ujarnya.

Dikatakan, saya tidak pernah memikirkan saya berbakat atau tidak. Saya kira kalau kita ingin sesuatu jalani saja, pasti nanti Tuhan membantu. Jangan sampai para pem-bully bisa mematahkan kita, dan meyakinkan bahwa berbeda itu salah. Pendapat anda tentang saya adalah masalah anda, bukan masalah saya. Kita tidak perlu merasa bersalah untuk dilahirkan berbeda.